Pengaruh Pelatihan, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Telkom Akses Indonesia Pekanbaru
Taryadi, Sulthon Saud
PT. Telkom Akses Indonesia Pekanbaru merupakan salah satu anak perusahaan
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam sektor telekomunikasi
yang telah banyak memberikan kontribusi terhadap pendapatan nasional dan itu
membutuhkan perhatian yang sangat serius dari pemerintah demi melancarkan
dan meningkatkan kinerja karyawan yang ada. Berdasarkan hasil wawancara
terhadap beberapa karyawan pada PT. Telkom Akses Indonesia Pekanbaru ada
munculnya keluhan seperti tekanan, serta pelatihan kerja belum dilakukan secara
rutin dan merata kepada seluruh karyawan setiap tahunnya berpengaruh terhadap
kinerja karyawan. Hal ini juga berkaitan dengan adanya karyawan baru setiap
tahunnya yang menjadikan pelatihan kerja sangat diperlukan setiap tahunnya agar
menyamaratakan persepsi dan pemahaman mengenai pekerjaan. Selain pelatihan
kerja, faktor keamanan dan perlindungan dalam bekerja menjadi salah satu faktor
kinerja karyawan. Ketika karyawan memiliki rasa aman dan nyaman karena
dirinya merasa mendapatkan perlindungan yang baik dari perusahaan, maka
karyawan tersebut juga akan bekerja dengan perasaan yang tenang dan akan
bekerja secara baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
pelatihan secara parsial terhadap Kinerja karyawan pada PT. Telkom Akses
Indonesia.Tempat penelitian akan dilakukan di PT.Telkom Akses Indonesia
Pekanbaru. . Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 61 orang.
Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ada pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara variabel
Pelatihan Kerja terhadap Kinerja Karyawan artinya bahwa pelatihan kerja
berpengaruh terhadap kinerja karyawan pad PT. Telkom Akses Indonesia di
Pekanbaru. Kesimpulannya berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan
sebelumnya, disimpulkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan Nilai
koefisien Pelatihan Kerja sebesar 0,167 dan bertanda positif hal ini menunjukan
Pelatihan Kerja memiliki hubungan bahwa setiap kenaikan Pelatihan Kerja
sebesar 1 % akan menyebabkan Kinerja karyawan naik sebesar 0,167 % dengan
asumsi variabel bebas lainnya bernilai tetap. Nilai koefisien Keselamatan dan
Kesehatan kerja sebesar 0,241 ini berarti bahwa setiap kenaikan kesealamatan dan
kesehatan kerja sebesar 1 % akan menyebabkan kinerja karyawan naik sebesar
0,241 % dengan asumsi variabel bebas lainnya bernilai tetap.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam sektor telekomunikasi
yang telah banyak memberikan kontribusi terhadap pendapatan nasional dan itu
membutuhkan perhatian yang sangat serius dari pemerintah demi melancarkan
dan meningkatkan kinerja karyawan yang ada. Berdasarkan hasil wawancara
terhadap beberapa karyawan pada PT. Telkom Akses Indonesia Pekanbaru ada
munculnya keluhan seperti tekanan, serta pelatihan kerja belum dilakukan secara
rutin dan merata kepada seluruh karyawan setiap tahunnya berpengaruh terhadap
kinerja karyawan. Hal ini juga berkaitan dengan adanya karyawan baru setiap
tahunnya yang menjadikan pelatihan kerja sangat diperlukan setiap tahunnya agar
menyamaratakan persepsi dan pemahaman mengenai pekerjaan. Selain pelatihan
kerja, faktor keamanan dan perlindungan dalam bekerja menjadi salah satu faktor
kinerja karyawan. Ketika karyawan memiliki rasa aman dan nyaman karena
dirinya merasa mendapatkan perlindungan yang baik dari perusahaan, maka
karyawan tersebut juga akan bekerja dengan perasaan yang tenang dan akan
bekerja secara baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
pelatihan secara parsial terhadap Kinerja karyawan pada PT. Telkom Akses
Indonesia.Tempat penelitian akan dilakukan di PT.Telkom Akses Indonesia
Pekanbaru. . Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 61 orang.
Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ada pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara variabel
Pelatihan Kerja terhadap Kinerja Karyawan artinya bahwa pelatihan kerja
berpengaruh terhadap kinerja karyawan pad PT. Telkom Akses Indonesia di
Pekanbaru. Kesimpulannya berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan
sebelumnya, disimpulkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan Nilai
koefisien Pelatihan Kerja sebesar 0,167 dan bertanda positif hal ini menunjukan
Pelatihan Kerja memiliki hubungan bahwa setiap kenaikan Pelatihan Kerja
sebesar 1 % akan menyebabkan Kinerja karyawan naik sebesar 0,167 % dengan
asumsi variabel bebas lainnya bernilai tetap. Nilai koefisien Keselamatan dan
Kesehatan kerja sebesar 0,241 ini berarti bahwa setiap kenaikan kesealamatan dan
kesehatan kerja sebesar 1 % akan menyebabkan kinerja karyawan naik sebesar
0,241 % dengan asumsi variabel bebas lainnya bernilai tetap.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-05-05T07:10:59Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah